"HATI, AKAL DAN NAFSU"
Hati mengaktifkan nilai-nilai yang paling dalam, mengubahnya dari sesuatu yang kita pikir menjadi sesuatu yang kita jalani.
Ketika akal berfikir akan sesuatu terkadang apa yang difikirkan oleh akal cenderung mengutamakan logika akan tetapi jika akal mengikuti suara hati maka itulah kebenaran yang hakiki.
Sebagai contoh, jika kita mengorbankan sebagian harta untuk diinfakkan/ dishodaqohkan di jalan Allah maka secara logika harta kita berkurang akan tetapi secara konsep Islam (keimanan) maka harta itu tidak hilang bahkan akan semakin bertambah.
Jika akal berfikir bahwa suatu kebaikan yang kita lakukan akan membuahkan kebaikan yang lebih besar maka hati menggerakkan tubuh kita untuk melakukan kebaikan tersebut akan tetapi penghalang utama untuk melakukan kebaikan tersebut adalah nafsu.
Oleh karena itu jika akal dan hati bersatu maka nafsu akan kalah dan kita akan selalu tertarik untuk mensyukuri nikmat Allah dengan berusaha untuk melakukan kebaikan sebanyak mungkin.
"Aku berfikir maka aku ada, aku membaca maka aku bisa. Dengan usaha dan do'a tiada kata tidak bisa karena Allah bersama kita".
0 Comments
Tags:
Kajian Ilmu




