Syukurilah nikmat sekecil apapun nikmat itu krn mensyukuri nikmat yang besar diawali dari rasa syukur nikmat yang sedikit.
Begitu juga dengan kebaikan, lakukanlah kebaikan sekecil apapun kebaikan itu krn kebaikan yang besar berawal dari kebaikan yang kecil.
Adapun maksiat, jangan melihat sekecil apapun maksiat yang kita lakukan akan tetapi lihatlah kepada siapa kita bermaksiat.
Semangat beramal Sholeh sekecil apapun amal itu semoga mendapat Ridha-Nya...!!!
Dalam kitab Shahih al-Bukhari, dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata:
إِنَّ الْمُؤْمِنَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَأَنَّهُ فِي أَصْلِ جَبَلٍ يَخَافُ أَنْ يَقَعَ عَلَيْهِ، وَإِنَّ الْفَاجِرَ يَرَى ذُنُوْبَهُ كَذُبَابٍ وَقَعَ عَلَى أَنْفِهِ، فَقَالَ بِهَ هَكَذَا، فَطَارَ
Sesungguhnya orang mukmin melihat dosanya seolah-olah ia berada di bawah gunung, ia khawatir gunung itu akan roboh menimpanya. Sedangkan tukang maksiat melihat dosanya seperti seekor lalat yang menempel di hidungnya, ia menyingkirkannya begitu saja dan lalat itu pun terbang (ia menyepelekannya).
Imam Ahmad rahimahullah berkata: al-Walid bercerita: Aku mendengar al-Auza’i berkata: Aku pernah mendengar Bilal bin Sa’id berkata:
لاَ تَنْظُرْ إِلَى صِغَرِ الْمَعْصِيَةِ وَلَكِنِ انْظُرْ مَنْ عَصَيْتَ
Janganlah engkau melihat kecilnya maksiat itu, namun lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat?!
Fudhail bin al-‘Iyadh rahimahullah berikut: “Ketika dosa kau anggap remeh maka di sisi Allah adalah besar, dan ketika ia kau anggap besar maka di sisi Allah adalah remeh.”
Oleh karena itu, hiasilah rasa syukur kita dgn amal yang sempurna. Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ لَمْ يَشْكُرْ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرْ الْكَثِيرَ وَمَنْ لَمْ يَشْكُرْ النَّاسَ لَمْ يَشْكُرْ اللهَ التَّحَدُّثُ بِنِعْمَةِ اللهِ شُكْرٌ وَتَرْكُهَا كُفْرٌ وَالْجَمَاعَةُ رَحْمَةٌ وَالْفُرْقَةُ عَذَابٌ
Barangsiapa yg tidak mensyukuri yang sedikit, berarti tidak mensyukuri yang banyak. Barang siapa yang tidak berterima kasih pp manusia, berarti tidak bersyukur pada Allah. Menyebut ni’mat Allah, merupakan salah satu aspek syukur. Meninggalkan syukur, sama dgn kufur. Berjamaah itu mendatangkan rahmat. Bercerai berai mendatangkan adzab. (HR. Ahmad)
Tags:
Kajian Ilmu
