Menurut Bapak D. Zawawi Imran (25 Maret 2022) saat mengisi pengajian di Ponpes Sabiilar Rasyad Al-Hamidy Jantampes Sotabar Pasean Pamekasan, dikatakan bahwa pesantren pertama di Madura adalah di Ojen Tampes, Sotabar. Dan dinyatakan olehnya bahwa ponpes tersebut lebih dulu dari adanya Wali songo 400 tahun Yaitu pada tahun 1050 M. Kami selaku keturunannya tentu sangat bangga. Kok berani mengklim sebagai keturunannya? Karena yang terkenal tokoh penghuni "Ojen tampes" adalah leluhur kita yang bernama Buyut Ulama'.
Kalau dibandingkan dgn *cerita dari mulut kemulut* yakni tidak tertulis ada ketidak samaan, yaitu "tokoh utama dan pertama di Timur sumber Sotabar itu" adalah Buyut Ulama yang beristri Ummi Raina (nama kecilnya tidak dikenal). Salah satu putrinya bernama Raini yang suaminya bernama Abdul Kafi keturunan Buyut Agung Laok gunung Waru. Salah satu anak perempuannya bernama Nyai Sapura Ummi Musri'ah. Nyai Sapura bersuami Bdr Yusuf bin Sunni dari Lao' gunung. Salah satu anak perempuannya bernama Nyai Zainab yang dikemudian harinya bersuami Bdr. Hamidun yang konon kabarnya berasal dari Beringin desa Angsanah Kec. Palengaan (beliau buyut dari K. H. Saifullah almarhum).
Konon kabarnya pula bahwa Bdr. Hamidun "alumni" pon. Pes. Prajjan, Camplong, Sampang. Ujung dari nama Prajjan itulah menjadi bagian awal dari nama Jantampes yg bermakna *PERCIKAN ILMU PON. PES. PRAJJAN* (Jan=Prajjan, tampes=percikan ilmu). Jadi Jantampes = percikan ilmu Prajjan.
Dengan demikian Pon. Pes. Prajjan lebih dulu dari Pon. Pes. Jantampes (bukan sebaliknya).
Selain drpd itu, kalau tdk boleh tidak harus menetapkan Pon. Pes. Jantampes sbg pesantren paling awal di Madura maka secara ilmiah perlu adanya penelusuran tokoh2 pemangku "jabatan" pengasuh dari K. Hamidun atau dari buyut Ulama keatas sampai dengan pemangku jabatan pengasuh pada tahun 1050 (400 tahun sebelum wali songo).
Penulis: KH. Abd. Salam Syah Pengarus Penpes Sabiilal Haq.
Tags:
Kajian Ilmu
